Banten Provinsi Kaya Tapi Miskin Pendidikan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 01 Mei 2018

Banten Provinsi Kaya Tapi Miskin Pendidikan

Reporter : Ari Maulana
Redaktur : Ulvia Fitra Aini




Gedung Sekolah SD Rusak di Serang. Sumber: titiknol.

SERANG - Kualitas pendidikan di Provinsi Banten jauh dari kata layak, terutama di daerah Banten Selatan. Kondisi ini sangat memprihatinkan sebab kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat besar. Anggaran pendidikan pada APBD 2018 telah memenuhi amanat Undang-Undang Dasar 1945 tentang besaran anggaran pendidikan minimal 20 persen. Dari besarnya APBD tersebut, masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan ruang kelas dan kondisinya memprihatinkan (29/4).

Hingga kini wilayah Provinsi Banten masih kekurangan 10.529 ruang kelas. Kebutuhan ruang kelas untuk SMP sebanyak 14.746, tetapi yang tersedia hanya 11.864 ruang kelas. Sedangkan untuk sekolah SMA/SMK kebutuhan ruang kelas sebanyak 15.120, namun yang ada saat ini baru tersedia 8.472 kelas.

Dikutip dari media online detik.com, Gubernur Wahidin Halim mengatakan untuk membantu pembangunan sekolah yang rusak, ia mengatakan akan melakukan konsolidasi membangun hubungan dengan kepala daerah di Kabupaten/Kota. Dan Wahidin juga mengatakan kalau ia sudah meminta pihak perusahaan swasta atau bank bisa mengucurkan bantuan melalui dana CSR untuk membangun sekolah rusak atau akses untuk sekolah, seperti di daerah Pandeglang dan Lebak.

Sementara itu, Didi Suhaedi selaku Sekretaris Jenderal IMIKI Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengatakan, infrastruktur di dalam dunia pendidikan harus terpenuhi dikarenakan mempengaruhi dalam proses belajar mengajar siswa di sekolah.

“Selain memenuhi infrastruktur di sekolah, seharusnya menteri pendidkan juga harus menaikan mutu dan kualitas terhadap pengajar maupun siswa di sekolah,” ujar Didi.

Menurut dia, faktor dari minimnya pendidikan yang ada di Banten salah satunya dikarenakan masih banyak masyarakat yang tertinggal khususnya di daerah pelosok Banten. Didi menyarankan agar pemerintah Kota/Kabupaten bisa lebih peduli dan terbuka terhadap minimnya pendidikan di Banten.

“Semoga untuk kedepannya pemerintah semakin peduli melihat adik-adik kita yang semangat untuk bersekolah dengan minimnya fasilitas dan akses untuk menuju sekolah," lanjutnya. (AM/UFA/NEWSROOM)
         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar