Berawal Dari Keinginan Merubah Dunia, Hingga Masuk Dunia Yang Diimpikan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Berawal Dari Keinginan Merubah Dunia, Hingga Masuk Dunia Yang Diimpikan

Reporter : Bayu Pratama
Redaktur : Jasmine P. Larasati




(Nana Sutisna Amdan, Jawa Pos Tv), (sumber: Dokumen Pribadi)

SERANG - Jumat sekitar pukul 11.00 WIB, saya menuju kantor Perwakilan Wartawan Indonesia Banten (PWI Banten) yang berada di sebelah stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Bermaksud untuk bertemu dengan salah satu para wartawan senior disana dan kebetulan pada hari itu sedang ada rapat. Waktu telah menunjukkan pukul 14.00 WIB akhirnya saya dapat bertemu salah satu perwakilan wartawan senior yaitu Nana Sutisna Amdan dari Jawa Pos Tv. Beliau menjabat sebagai General Manager (GM) di media tersebut.
Beliau menjadi wartawan sejak tahun 1995 ia bergabung dengan Jawa Pos Surabaya lalu beliau ke Banten bergabung dengan Harian Banten yang sekarang dikenal dengan nama Radar Banten berawal dari media cetak. Pada tahun 2009 ia masuk di media tv Jawa Pos Tv yang dahulu bernama Radar Tv sampai sekarang dan merupakan hal yang baru dibidang ini karna baru 9 tahun ia berkecimpung di media ini selebihnya di media cetak.
“Dulu sampai era tahun 2010 kekerasan pada pers masih sangat tinggi, saya punya pengalaman di todong pake pistol, di keroyok, sampai terakhir saya di demo rumah saya di jaga seminggu sama polisi saya dikawal, rumah saya pernah dilempar batu sampai ibu saya pingsan, kantor saya di radang banten waktu tahun 2006 itu di demo oleh para pemborong dari pandeglang karna saya mengungkap kasus pidana waktu itu. Sisi baiknya kemana saya pergi banyak yang say hello banyak yang kenal saya ya asiklah.” Ujarnya
Ia tidak pernah mempunyai cita cita menjadi seorang wartawan karna ia seorang lulusan teknik dari salah satu kampus di bandung dan tidak mempunyai background jurnalistik secara formal. Spesialis keilmuan nya yaitu fish water picmen, amdal dan ia seorang konsultan di bidang tersebut. Tetapi semasa kuliah ia aktif mengikuti pelatihan pelatihan jurnalistik di kampusnya pada waktu itu, pernah menjadi pemred di kastifiko yaitu media tentang lingkungan hidup di Bandung. Dari keinginan untuk merubah sesuatu tetap dalam hal yang positif karena ia merasa sudah bukan waktunya untuk berdemo pada saat itu, ia dihadapkan pada dua pilihan yaitu LSM dan Jurnalis. Dan akhirnya ia memilih jurnalis untuk merealisasikan keinginan nya tersebut.
“Penghargaan itu kan macem macem ada penghargaan yang memang jad selembar piagam penghargaan dan ada penghargaan posisi. Saya fase fase itu terlalui pernah jadi calon reporter, reporter, redaktur, korwil, redpel, pemred sekarang saya jadi GM. Artinya kalau penghargaan dari perusahaan dengan kemampuan kita ya saya secara professional saya jabatan tertinggi kalau redaksi kan urusan nya pemegang saham. Kalau dari pemerintah sendiri saya belum dapet penghargaan apa apa hehe.” Ujarnya (BP/JPL/NEWSROOM)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar