Bulan Ramadhan Pertama Bagi Mahasiswa Baru - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Bulan Ramadhan Pertama Bagi Mahasiswa Baru

Reporter : Rezka Listiani Sinaga
Redaktur : Jasmine Putri L.



(Ilustrasi Ramadhan/Dakwahtuna.com)
SERANG - Bulan Ramadhan adalah sebuah bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Momen satu bulan dalam satu tahun ini menjadi sangat berharga, karena selain menjadi ajang memburu pahala, bulan Ramadhan dijadikan ajang seseorang untuk membuat dirinya menjadi lebih baik lagi.
Dalam menyambut bulan Ramadhan, banyak sekali persiapan yang harus disiapkan, seperti kesehatan, kesiapan menahan lapar dan haus, makanan untuk berbuka dan sahur, juga persiapan mental yang dihadapi oleh mahasiswa baru yang kali pertama merasakan bulan Ramadhan saat hari kuliah.
Persiapan mental yang dialami oleh mahasiswa baru, terutama mahasiswa yang merantau adalah saat mereka sahur dan berbuka puasa hanya sendiri tanpa adanya keluarga yang menemani.
“Iya, biasanya kalau sahur ada yang bangunin, terus kalau buka puasa ada yang menyiapkan, karena puasa tahun ini saya jadi anak kost-an, jadinya apa-apa sendiri,” ujar Ahmad Arya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Untirta. 
Meskipun sahur dan buka puasa menyiapkan sendiri, namun Mahasiswa asal Lampung ini sangat senang dapat merasakan bulan Ramadhan saat merantau, karena ia memperoleh pengalaman berpuasa di pulau Jawa, yang tentunya sedikit berbeda dengan berpuasa di pulau Sumatra.
“Saya jadi penasaran bulan Ramadhan di pulau Jawa berbeda tidak sih, dengan bulan Ramadhan di pulau Sumatra, kan waktu nya biasa nya lebih lama, mungkin sekarang lebih cepat,” canda Arya.
Tidak jauh berbeda dengan Arya, Cacih Arlina, mahasiswi jurusan ilmu komunikasi Untirta ini juga mengaku sedih karena awal bulan Ramadhan tidak merasakan sahur dan berbuka bersama keluarga.
“Kebetulan kan aku anak tunggal, biasanya sahur sama buka puasa selalu bertiga, terus aku jadi kepikiran sama keluarga disana, kalau sahur sama buka puasa tanpa aku gimana ya, sedih nggak ya,” jelas Cacih.
Cacih juga menambahkan, ia juga sangat antusias untuk merasakan awal Ramadhan di kost-an, karena ia jadi tahu rasanya sahur dan buka puasa bersama teman-teman seperantau-annya.
“Iya aku ngerasa excited sama ramadhan tahun ini, karena pertama kalinya ngerasain sahur dan puasa bareng sama orang-orang yang kita anggap teman atau sahabat, dan biasanya sama teman kan kita mau mencoba hal-hal bersama, salah satunya adalah sahur dan buka bersama” tambah cacih. (RLS/JPL/Newsroom)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar