Gerakan Mencandu Buku Dari Banten Untuk Indonesia Sepenuhnya - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Gerakan Mencandu Buku Dari Banten Untuk Indonesia Sepenuhnya

Reporter : Jihan Chadijah
Redaktur : Agnes Yusuf







Anak-anak di Pondok Pesantren Jawarotul Ulum 2 Ciomas, Kamis (03/05)
sumber: instagram/@gmki_komuntirta

SERANG- Hari Pendidikan Nasional diperingati tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Seperti kampus-kampus pada umumnya Untirta sebagai kampus negeri di Banten mengadakan sebuah kegiatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.  Cipayung Plus Untirta yang merupakan sebuah asosiasi organisasi kepemudaan yang terdiri dari beberapa organisasi seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan masih ada beberapa lagi, menggagas sebuah kegiatan mengumpulkan buku, dengan membuat satu gerakan yang tidak hanya turun kejalan, gerakan yang berbentuk kreatif, sebuah ajakan mengumpulkan buku yang diberinama Gerakan Mencandu Buku.

Ada beberapa tahap kegiatan dalam gerakan ini dimulai dari Posko Pengumpulan Buku dari Hari Kamis 26 April 2018 – Senin 30 April 2018. Selanjutnya Teklap Akbar pada Selasa 1 Mei 2018, keesokan harinya Rabu 2 Mei 2018 dilanjutkan dengan Perpustakaan Berjejer dan Mimbar Bebas seluruh kegiatan dilaksanakan di depan gedung A Untirta. Kemudian di Hari Kamis akan diserahkan buku yang sudah terkumpul  pukul satu siang ke Ciomas desa Pabuaran tepatnya di Pondok Pesantren Jawarotul Ulum 2 secara simbolik  dilanjutkan dengan perlombaan cerdas-cermat dan lainnya.

Ketua GMKI Untirta, Martin Ronaldo Pakpahan memaparkan alasan awal tercetusnya Gerakan Mencandu Buku “Kita coba buat suatu gerakan yang kreatif dan muncul lah ini gerakan mengumpulkan buku, karena apa, buku adalah suatu ilmu, ilmu ini akan kita wariskan nantinya ke adik-adik  yang ada dimasyarakat itu. Jadi kita coba untuk mendoktrin mereka, pendidikan itu tidak seperti yang kalian pikirkan mahal dan tidak terjangkau tapi pendidikan itu gratis, ilmiah dan kalian juga bisa untuk mendapatkannya, seperti itu.”

Sebanyak 350 buku berhasil dikumpulkan untuk didonasikan kepada pondok pesantren Jawarotul Ulum 2. Pondok Pesantren dipilih karena kurangnya pendidikan formal yang biasa diajarkan disekolah pada umumnya, selain itu pondok pesantren di daerah Ciomas tersebut secara institusi maupun alokasi buku sulit untuk dijangkau oleh pemerintah sehingga disinilah mahasiswa berperan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Tujuan dari gerakan ini pun disampaikan oleh Imam Tarmidi Taher Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Untirta  yang juga merupakan salah satu anggota Cipayung Plus ”Tujuan dari kegiatan ini untuk menyadarkan bahwasanya kepada orang-orang yang kurang berpendidikan, pentingnya pendidikan agar mereka ini dimasa yang akan datang bisa cerdas, bisa memahami permasalahan-permasalahan yang ada yang memang akan mereka hadapi.”

Selain itu juga dilakukan pengumpulan tandatangan dari beberapa mahasiswa sebagai bentuk harapan untuk pendidikan Banten kedepannya. Antusias dan respon yang diberikan mahasiswa Untirta pun sangat baik, terbukti dengan jumlah buku dan tandatangan yang terkumpul lebih dari target awal yang ingin dicapai. Tidak hanya berhenti sampai disini, kegiatan masih akan terus berlanjut  dengan  mengajar adik-adik di pondok pesantren mulai minggu depan  di hari Jumat, Sabtu, Minggu bahkan Cipayung Plus juga mengajak siapapun yang ingin ikut berpartisipasi didalamnya.

Baik Imam maupun Martin sama-sama memilki harapan agar pendidikan Indonesia kedepannya bisa memanusiakan manusia, juga tidak memandang golongan bahwa semua berhak mendapat pendidikan yang sama, pendidikan milik semua orang dan pemerintah lebih berperan aktif dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya.  (JCH/AY/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar