Idi Dimyati: Dosen dan Pebisnis - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Idi Dimyati: Dosen dan Pebisnis

Reporter : M. Reza Pratama
Redaktur : Hani Maulia


 
Idi Dimyati Dosen Ilmu Komunikasi Untirta (Sumber Facebook: Idi Dimyati)

Idi Dimyati merupakan dosen di Ilmu Komunikasi Untirta. Pria asal Serang ini merupakan lulusan Universitas Lampung (S1) Program Studi Komunikasi. Pada saat Sekolah Menengah Atas (SMA) ia tidak mempunyai gambaran mengenai program studi komunikasi, yang ia tahu adalah jika ingin menjadi wartawan, harus kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi.
Setelah lulus, profesi yang ia kerjakan adalah wartawan yang sesuai keinginan awal ketika ia ingin berkuliah. Selama setahun ia bekerja di Lampung Pos, salah satu media cetak di Lampung. Namun setelah menjalaninya, ia merasa tidak nyaman dengan profesinya. “Istilah nya mencoba-coba menjadi wartawan, tapi ternyata menurut saya tidak “gue banget” gitu,” ujarnya ketika ditanya tentang profesinya sebagai wartawan.
Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Serang. Di Serang, ia beralih ke dunia pendidikan dan menjadi seorang guru di salah satu SMA di Serang. Selain itu salah satu pemicu ia untuk kembali ke Serang adalah ia mendapatkan jam mengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang pada saat itu Program Studi Ilmu Komunikasi baru memasuki semester tiga. Ia diminta oleh ketua jurusan Ilmu komunikasi Untirta pada saat itu, untuk mengajar mata kuliah penulisan berita.
Lalu karena pada saat itu Untirta baru menjadi kampus negeri, maka membutuhkan banyak tenaga dosen PNS. Di tahun pertama saat ia di Untirta, ada tes dosen PNS, lalu ia mencoba untuk mengikutinya, namun pada kesempatan pertama ia belom beruntung. Lalu satu tahun kemudian, tes dosen PNS tersebut diadakan lagi, dan ia juga ikut tes tersebut, namun masih belum lolos. Barulah pada kesempatan ketiga ia mengikuti tes, akhirnya ia berhasil lolos.
Lalu dengan keputusannya sendiri, ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dan S3. Menurutnya selagi punya kesempatan, selagi masih muda tidak ada salahnya kita melanjutkan pendidikan kita sampai setinggi mungkin. Setelah lama berkecimpung di dunia pendidikan, ia merasa bahwa passion yang ia miliki ada di dunia pendidikan karena ia juga menyukai saling berbagi ilmu kepada orang lain.
Selain di dunia pendidikan, ia juga mencoba di dunia bisnis. Ia dan istrinya merupakan owner dari Nibras’s House kota Serang. Namun menurutnya, ia hanya sedikit membantu di Nibra’s House tersebut, seperti membantu mencari solusi, mencari ide-ide untuk membuat busana muslim yang sedang nge trend, karena menurutnya istrinyalah yang memiliki passion di dunia bisnis, ia sebagai suami hanya mendukung apa yang dilakukan istrinya.
Sebagai dosen komunikasi, ia memiliki mimpi yaitu membangun sebuah lembaga profesional di bidang komunikasi. Pada era digital seperti saat ini, ia ingin membangun pusat training, coaching, belajar, seputar Digital Communication, Marketing Digital produksi konten-konten Digital Humas Digital, namun sekarang ini masih berupa konsep yang ingin dibawa kemana nantinya lembaga tersebut.
Ia berpesan kepada kaum muda, selagi masih muda temukan passion kita dimana dan kita habis-habisan disitu, artinya harus kita mati-matian sampai kita menemukan keberhasilan yang kita inginkan. Kita harus menemukan jati diri kita, ingin menjadi apa, apa yang ingi kita raih, dan harus memiliki tujuan yang jelas agar hidup kita bahagia. (MRP/HNI/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar