Jadi Wartawan? Siapa takut - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Jadi Wartawan? Siapa takut

Reporter : Chairun Nisa
Redaktur : Mulyani Pratiwi




(sumber : www.google.com)
SERANG – Menjadi seorang jurnalis merupakan hal yang menyenangkan tapi juga menegangkan, tak jarang seorang jurnalis sering sekali mendapatkan tindakan yang kurang baik dari lingkungan sekitarnya. Mendapatkan pukulan atau mendapat teguran dari pihak tertentu saat liputan sudah menjadi resiko yang mereka miliki. Hal tersebut diterangkan oleh Sekertaris PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Banten, Cahyono Adi, yang juga mengungkapkan bahwa PWI Banten pernah mendapat informasi terkait ada seorang junalis yang sedang meliput aksi, kemudian terdorong oleh pihak aparat.
Cahyono menjelaskan seorang wartawan harus bisa menempatkan posisi dirinya pada saat liputan, agar keselamatan mereka tetap terjaga.
“ya misalnya berdiri dibelakang aparat saja agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan selama bertugas” Ujar Cahyono
Ia juga menambahkan pihak narasumber memiliki hak jawab apabila berita yang dikeluarkan tidak sesuai dengan apa yang diperkirakaan, dan hak tolak apabila narasumber tidak bersedia untuk diwawancarai.
Menjadi wartawan tentunya bukan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, meskipun banyak orang berpendapat siapapun bisa untuk mejadi wartawan.
Salah seorang wartawan yang juga tergabung dalam PWI selama lima tahun, Muhammad Tamamul Iman mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengalami tindakan yang kurang baik saat bertugas, namun dirinya pernah mendengar cerita tersebut dari kawan-kawan sejawatnya.
“Kalau untuk bentuk sikap saya tidak pernah ya, denger cerita mereka aja waktu saya pelatihan di Bogor selama seminggu itu mereka cerita ada yang dipukul-diusir” Ujar Iman saat di temui di Kantor PWI Banten (3/5).
Lelaki yang akrab disapa Iman ini menjelaskan bahwa ia pernah mendapatkan teguran ketika meliput suatu acara dengan jarak yang begitu dekat, dan pernah tidak dipercaya oleh pihak keamanan ketika ingin menemui pihak narasumber yang sebelumnya sudah dihubungi olehnya. Namun hal itu masih bisa dimaklumi, sebab dinilai sesuai dengan prosedural yang ada.
Iman juga menjelaskan apabila seorang wartawan yang terkena sebuah masalah akan diproses oleh Dewan Pers, sesuai dengan kasus yang dialami. Sedangkan untuk kasus yang dinilai berat disarankan agar tidak betugas terlebih dahulu selama satu bulan, guna membersihkan nama dari wartawan tersebut.
Meskipun banyak mendengar cerita yang kurang baik dari para teman sejawatnya, Iman, mengaku tidak takut menjadi seorang wartawan karena peraturan undang-undang yang diberlakukan sekarang semakin kokoh diterapkan, dan Ia berpesan agar wartawan terus menuliskan karya jurnalistik yang bersifat membangun. (Newsroom/ICA/ESW)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar