Kurangnya Koordinasi Hambat Munculnya Atlet Berprestasi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Kurangnya Koordinasi Hambat Munculnya Atlet Berprestasi

Reporter : Tanti Nurmalasari
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti



Untirta saat mendapatkan Juara Umum POMDA Banten 2016. Sumber: instagram ukmolahraga.untirta
           
            SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sering mengadakan hampir setiap bulannya acara Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) yang memperlombakan berbagai cabang olahraga futsal, basket, catur dan lain-lain. Namun, tidak ada kejelasan lebih lanjut mengenai atlet-atlet yang menang dalam perlombaan tersebut, karena tidak adanya kerjasama dengan pihak Fakultas maupun Rektorat.
“Karena untuk kelanjutannya lagi kita kan butuh kerjasama dengan pihak Fakultas maupun Rektorat, nah disini kita telah mengusulkan para pemenang di perlombaan kita, tetapi tidak ada follow up yang jelas dari pihak fakultas maupun rektorat, maka dari itu kadang- kadang koordinasinya masih perlu banyak yang dievaluasi”, ujar Cahyo Edi Asmoro , Ketua BEM FISIP Untirta 2018.
            Fungsi dari divisi minat dan bakat dalam suatu organisasi yakni mewadahi, menyalurkan dan mengembangkan bakat serta minat guna mewujudkan mahasiswa yang kreatif, solid, sportif serta berkompeten dalam bakat dan minatnya. Kemudian tindak lanjut berikutnya ialah pengembangan yang dilakukan pihak Fakultas atau pun instansi Rektorat. Namun pada faktanya hal tersebut tidak berjalan. BEM dan HMJ sedikitnya sudah menciptakan satu langkah dalam pengembangan mahasiswa di bidang non akademik.
            Sistem demokrasi di Untirta yang setiap tahun berganti pimpinan, sehingga rentan terjadi misinformasi mengenai data mahasiswa yang telah menorehkan prestais. Cahyo pun berharap khususnya di Fakultas FISIP terdapat keberlanjutan pemberdayaan untuk mahasiswa yang berprestasi dan  terbantu dalam hal anggaran jika ada kegiatan atau kompetisi di luar kampus.
“Pimpinan di atasnya tidak mempunyai data yang jelas akan prestasi ini, maka harus kerja ulang dan kerja dari nol lagi. Kita pun lagi menuntut adanya fasilitas dan membantu kita dalam pengembangan mahasiswanya, anggaran yang ada untuk delegasi kompetisi masih terbatas, kita diberikan dana sebesar 24 juta (Rupiah) untuk diberikan kepada delegasi mahasiswa Fisip yang akan melakukan keberangkatan keluar kota atau lomba di tingkat nasional, nah disitu kita melihat ketidak cukupan ketika kita terus menerus menginkan adanya prestasi-prestasi yang lebih untuk mahasiswanya”, lanjut Cahyo.
            Kehadiran UKM Olahraga di Untirta seharusnya mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga demi terwujudnya prestasi olahraga mahasiswa Untirta dan menciptakan atlet-atlet yang maju dan profesional. Namun koordinasi yang dilakukan antara UKM Olahraga dan ormawa lainnya terbilang kurang. Terdapat beda tanggapan antara BEM Fisip yang ingin sekali berkordinasi dengan UKM Olahraga saat reporter menghubunginya.
“Pengurus BEM agak kebingungan sendri untuk melakukan kordinasi itu, memang kita sempat terfikirkan untuk bekerja sama dan berkordinasi dengan mereka, tapi mereka sendiri tidak ada bantuan untuk keseluruhan atau pengembangan mahasiswa”, kata Ketua BEM FISIP. Namun di sisi lain berikut tanggapan dari Muhamad Andre selaku Ketua UKM Olahraga 2018.  “Mereka kalau mau mengadakan event suka ngasih tau kok ke kita kalau ada event dari HMJ/BEM tertentu” ujarnya.
            Pada tahun ini UKM Olahraga akan melaksanakan kembali POM Univ yang akan berkoordinasi dengan BEM Untirta dan akan dilaksanakan antara bulan Oktober dan November. (TNT/ARA/Newsroom)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar