Lewat UKM, Tarian Tradisional Indonesia Mendunia - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 01 Mei 2018

Lewat UKM, Tarian Tradisional Indonesia Mendunia

Reporter : Ghea Yustika
Redaktur : Mulyani Pratiwi







SERANG - Memperingati hari tari Internasional, sekelompok regu tari yang mewakili Indonesia di kanca Internasional yaitu Bireun Seudati. Unit kegiatan mahasiswa seni tari Universitas Pelita Harapan ini berhasil mewakili Indonesia dalam ajang misi budaya 2017 yang diselenggarakan di Prancis Selatan dan Spanyol pada bulan Agustus sampai September tahun lalu.

Misi budaya bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia melalui seni music dan tari tradisional. Selain itu, para peserta misi budaya juga dihimbau untuk menjelaskan tentang kehidupan sehari-hari serta tradisi yang berada di Indonesia.

Ketua Bireun Seudati pada misi budaya 2017, Ruth Simbolon menceritakan terkait persiapan yang dilakukan selama enam bulan sebelum keberangkatan.

“Persiapannya dimulai dari memberikan materi tari, perijinan keberangkatan (visa), back to back festival confirmation, arrangement of tour, jadwal pembayaran, pertemuan dengan orangtua murid, presentasi kegiatan yang akan diikuti, sama packing.” Ujar Ruth (30).

Tim Bireun Seudati yang beranggotakan 22 orang penari serta koreografer ini menampilkan delapan jenis tarian tradisional Indonesia.

“Kita menampilkan tari Ratoeh Jaroe, Sumatera Barat (Piring dan Indang), Betawi (kreasi), Melayu (zapin), Sumatera Utara (Tor-tor), Makassar (Pakarena), Kalimantan (dayak).” Jelasnya

 Ruth juga bercerita selain menghadiri festival yang diadakan di Prancis selatan dan Spanyol, para peserta grup tari ini mengadakan tour ke beberapa kota yang ada di Paris serta Belanda.

“cukup banyak, terutama culture exchange in every aspects, tapi paling kerasa sih daily life yah, gimana mereka disiplinnya latihan, pola yang latihan tetep serius tapi mereka juga tetep bisa bagi waktu dengan kesenengan mereka entah olahraga atau pesta pas malemnya.” Pungkas Ruth ketika ditanya mengenai pengalaman yang didapat ketika mengikuti misi budaya. (Newsroom/GY/ESW)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar