Olahraga Otomotif di Banten Sepi Fasilitas - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 01 Mei 2018

Olahraga Otomotif di Banten Sepi Fasilitas


Reporter : Tanti Nurmalasari
Redaktur : Tiara Dwi Ristanti

Suasana area stand motor yang akan diperlombakan pada ajang Kejuaraan Drag Bike 2018 di KP3B Kota Serang

            Serang- Olahraga Otomotif di Banten khususnya di Kota Serang  minim fasilitas untuk latihan dan bertanding.  Dibuktikannya dalam ajang Kejuaraan Drag Bike Open 2018 dilaksanakan di tengah jalan raya depan Kantor KP3B Sabtu (28/4) membuat arus jalan raya sempat macet karena jalur untuk drag memakan satu lajur jalan. Kejuaraan balap trek lurus untuk memperingati HUT KODAM III SILIWANGI KOREM 064 MY yang berlangsung pada (28-29 April) kebanjiran pembalap dan antusiasme dari pengunjung membludak.
            Wakil Ketua Pelaksana Kejuaraan Drag Bike Open 2018 Tb Bai Mahdi mengatakan tujuannya yakni salah satu cabang olahraga di IMI (Ikatan Motor Indonesia), event ini berlangsung untukadanya pembinaan di Balap Drag Bike Banten. Oleh karena itu, ajang adu kebut ini, ajang dimana para pembalap bisa merealisasikan hobinya.
“Tidak menutup kemungkinan bahwa komunitas itu ada, kalau komunitas itu kita arahkan dari negatif ke positif bahkan bisa berprestasi kenapa kita tidak mendukungnya? Balapan liar hanya berkoar koar ajah yahh kan? Tapi tidak difasilitasi, tidak dipusatkan, seharusnya dipusatkan, padahal ada kejuaraan nasionalnya juga, Hayoo rangkul, fasilitasi mereka agar mereka punya banyak prestasi dan tidak balapan liar, karena jelas membahayakan dirinya”, tutur pria yang akrab disapa Babay, Sabtu (28/4).
            Dilansir dari NewsMedia.com pada tahun 2017, sebenarnya ada wacana dari tahun lalu soal pembangunan sirkuit di daerah Kasemen, Serang seluas 20 hektare, namun sampai saat ini pembangunan sirkuit masih terkendala beberapa hal.
            Keluhan pun dating dari salah satu dragters asal Serang yang ikut dalam perlombaan Kejuaraan Drag Bike 2018, “Panas banget, sumpek tempatnya, ya berhubung ini hobi apapun saya lakuin, semoga diberi lahan buat latihan kami-kami ini dan kalau ada lomba atau kejuaraan bisa ada tempat yang enak juga buat para mekanik untuk merakit dan mempersiapkan motornya”, ungkap Iin.
            Sarana prasarana representatif diharapkan dapat menopang program pembinaan kepada para penunggang kuda besi ini sehingga dapat menggapai hasil maksimal pada perlombaan tingkat daerah bahkan nasional. Target tidak tercapai kalau latihan tidak maksimal. Latihan optimal bisa tercapai kalau ada sarana yang memadai.
(TNT/ARA/Newsroom)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar