Pentingnya Buku Ramadan di Kalangan Sekolah Dasar - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Pentingnya Buku Ramadan di Kalangan Sekolah Dasar

Reporter : Atika Yahmadillah
Redaktur : Ulvia Fitra Aini


Ilustrasi Buku ramadan (sumber : blogspot.co.id)

SERANG – Bulan ramadan tinggal menghitung hari, tak lengkap jika tidak melakukan kegiatan positif di bulan ini. ramadan juga dikenal sebagai bulan pendidikan yang diartikan sebagai proses pendidikan dan pelatihan dalam membentuk akhlak mulia yang bermuara pada pembentukan insan kamil. Begitu pula dengan anak Sekolah Dasar, mereka biasanya mendapat buku ramadan sebagai media untuk mengenyam pendidikan saat Bulan Ramadan. Buku tersebut berisi tentang kegiatan selama ramadan serta penugasan tentang ceramah saat salat tarawih.(14/5)

"Iya dapet buku ramadan dari sekolah, disuruh diisi sama bu guru terus nanti dikumpulin," ujar siswa kelas 5 sekolah dasar, Althaf (11). Sabtu (12/5).

Menurut Parwanti Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panunggangan 9, buku ramadan penting, karena dalam buku ramadan, anak-anak dapat belajar mengenai hikmah dari bulan ramadan. Selain itu anak-anak dapat belajar tentang disiplin waktu, terutama waktu berbuka dan sahur saat ramadan, waktu menjalankan shalat wajib, belajar hikmah ramadan dari buku tersebut sehingga anak-anak dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun terkadang buku ramadan tersebut tidak efektif, karena tidak dikumpulkan kembali ke guru yang bersangkutan. Indri (19), Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, mengatakan ia selalu mengisi buku ramadan saat jenjang Sekolah Dasar, namun untuk pengumpulan tergantung guru, ada yang disuruh mengumpulkan, ada yang tidak. Tapi sebenarnya buku ramadan itu penting untuk anak Sekolah Dasar karena dengan adanya buku ramadan, selain dapat meningkatkan ibadah, buku ramadan juga dapat melatih kejujuran dalam mengisi buku tersebut apakah sesuai dengan apa yang dijalankan atau tidak.

Buku Ramadan juga memiliki hal negatif, seperti yang dituturkan Parwanti, ada hal negatif dari buku ramadan, namun hanya sedikit seperti murid menjalankan ibadah karena adanya buku ramadan saja bukan karena ibadah dari hatinya

Dibalik sisi negatif yang hanya sedikit, buku ramadan memiliki lebih banyak hal positif seperti yang telah dijelaskan diatas. Selain itu buku ramadan pun dapat memotivasi anak anak untuk lebih religius dalam beribadah, walaupun tingkat kereligiusan anak-anak sekolah dasar tidak bisa diukur hanya dengan buku ramadan saja, karena gurubtidak melihat langsung apa yang dilakukan oleh anak tersebut. (AYD/UFA/NEWSROOM).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar