Sistem Kampus Untirta Bobrok, Mahasiswa Lakukan Aksi - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Sistem Kampus Untirta Bobrok, Mahasiswa Lakukan Aksi

Reporter : Nisa Shofia
Redaktur : Fatimatul Zahra




(Orasi dari wapresma terkait Nawatuna pada massa aksi/ sumber: orange.fisip-untirta.ac.id)

Merayakan hari Pendidikan Nasioanal yang jatuh pada 2 Mei, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta mengajak seluruh mahasiswa untuk mengikuti aksi di depan Gedung Rektorat kampus A Serang,pada Rabu (02/05). Massa aksi yang menuntut pihak kampus harus membenahi sistem pendidikan di kampus yang dinilai bobrok. KBM Untirta mengumpulkan bebagai permasalahan yang ada di kampus yang disebut Sembilan Tuntutan Mahasiswa (Nawatuna).
Isi rumusan Nawatuna ialah menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), menuntut transparasi dan menolak hutang atas pembangunan kampus Sindangsari, menolak pungutan liar pada pelayanan akademik sarana dan prasarana, menuntut Untirta dalam sistem penetapan dan penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan tepat sasaran, hapuskan jam malam, wujudkan fasilitas kampus yang layak dan memadai, wujudkan integrasi dan tingkatkan kuantitas tenaga pengajar Untirta, hentikan kriminalisasi dan diskriminasi terhadap mahasiswa Untirta, dan wujudkan kebebasan berpendapat dan beraspirasi.
Nawatuna muncul karena mahasiswa merasa Untirta tidak mampu menciptakan situasi kampus yang kondusif, dimana dilihat dari segi UKT yang tidak melihat dari kebutuhan dan beban mahasiswa, orangtua mahasiswa juga tidak dilibatkan dalam penentuan UKT. Selanjutnya SPI yang masih diberlakukan mematuk harga. Ristekdikti No. 39 tahun 2017 menyatakan seharusnya melihat situasi dan kondisi mahasiswa yang ada. Disisi lain massa aksi meninjau dana SPI tidak ada perkembangan yang signifikan, sehingga tidak merasakan dampak yang dihasilkan dari dana tersebut. 
Mangkraknya pembangunan di Sindangsari juga diprotes dalam aksi tersebut. “Pembangunan sindangsari sudah dialirkan oleh islamic Development Bank (IDB). Sedangkan  SPI itu sendiri 70% untuk pembangunan disetiap fakultas, dan 30% masuk universitas tapi apa yang kita rasakan hari ini fasilitas tidak mumpuni dan tidak ada peningkatan secara signifikan, dan sekarang kemana dana SPI itu sendiri?” ujar Ahmad Subarjo, Mahasiswa Agribisnis 2014 Untirta, selaku Humas saat ditemui saat aksi berlangsung.
Selama unjuk rasa berlangsung massa aksi berusaha menerobos pintu rektorat, ini dikarenakan pihak rektorat yang tidak kunjung menemui massa aksi. Selang berapa lama pihak rektorat yang diwakilkan oleh Kurnia Nugraha selaku Wakil Rektor II dan Suherna Wakil Rektor III menyetujui nawatuna namun dengan catatan seperti SPI disesuaikan dengan golongannya seperti halnya UKT, jam malam di kampus Ciwaru digunakan jika untuk hal-hal yang bermanfaat bagi mahasiswa dan sarana dan prasarana di Ciwaru diharapkan ramah untuk penyandang disabilitas.
“Harapan buat Untirta nanti semoga sesuai lah sistem pelayanan dikampus dengan UKT kita, agar bisa transparan untuk pembangunan di Untirta yang bakal dirasain sekarang atau nantinya, jangan sampai ada pungutan-pungutan liar yang buat kita terbebani sebagai mahasiswa.” Ujar Chandra, mahasiswa Akuntansi 2016.
(NS/FZ/NEWSROOM)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar