Tari Tradisional Sebuah Identitas Bangsa - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 01 Mei 2018

Tari Tradisional Sebuah Identitas Bangsa

Reporter : Chairun Nisa
Redaktur : Mulyani Pratiwi




(sumber : www.google.co.id)
SERANG – Partisipasi anak muda saat ini untuk memajukan tari tradisional mulai bermunculan. Seperti halnya dengan salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, Ita Sulistiyaningrum (21). Perempuan yang memiliki hobby menari sejak duduk di bangku SMP ini, pernah berangkat ke Sulawesi Tenggara untuk mewakili Untirta tampil dalam acara Pekan Seni Mahasiswa Nasional.
Ita mengaku pada awalnya, ia tidak menyukai tarian daerah dan memilih untuk menari modern. Seiring berjalannya waktu, Ita mulai menyukai tari tradisional dan berpikir jika bukan anak muda yang menampilkan tarian tradisional siapa lagi yang bisa melestarikan hal tersebut.
“Saya liat juga di media sosial atau youtube yang mematenkan tarian tradisional itu para orangtua (lansia) yang umurnya sudah menginjak kepala tiga atau empat”. Ujarnya.
Menari pun dapat mengekspresikan isi hati. Oleh karena itu, setiap penari dihimbau agar menari menggunakan hati agar makna dari setiap gerakan yang ditampilkan bisa sampai kepada para penonton.
Selain itu, menurut ketua UKM Pandawa Untirta, Friman (20), menyatakan bahwa minat mahasiswa untuk mengikuti tari tradisional ini terbilang masih sangat tinggi, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sepuluh mahasiswa dari setiap fakultas yang mengikuti kegiatan menari tradisional.
“Allhamdulilahnya semua fakultas yang ada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mahasiswanya ada di Pandawa”. Ucapnya, saat ditemui di sekretariat Pandawa Unirta pada (27/3).
Firman menjelaskan agar tari tradisional terus dikenal oleh masyarakat, yaitu dengan cara menampilkan tarian tradisional secara menarik. Sementara itu, pihak UKM dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya sehingga mahasiswa sebagai agent of culture dapat memperkenalkan serta melestarikan tarian tradisional.
Ia juga berpesan agar tari tradisional tetap dipertahankan karena budaya disetiap Negara sudah mulai terkikis dan dari tarilah Negara dapat menunjukan sebuah identitasnya dan berharap agar pamor tari tradisional terus meningkat serta semakin banyak mahasiswa yang menampilkan tari tradisional. (Newsroom/ICA/ESW)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar