Teknologi dan Anak Perlu Pengawasan - Newsroom Fisip UNTIRTA

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Teknologi dan Anak Perlu Pengawasan

Reporter : Dwika Putri Agustine
Redaktur : Ulvia Fitra Aini




           




Terlihat seorang ayah yang tetap menemani dan mengawasi anaknya saat bermain komputer yang disediakan oleh Perpustakaan Provinsi Banten di Jalan Raya Jakarta, Km. 4, Pakupatan, Panancangan, Serang. Minggu (6/5)

SERANG - Generasi muda saat ini saat ini sangat mudah dikenalkan dengan pengatahuan baru apalagi yang berbau dengan teknologi informasi, seperti yang terlihat di Perpustakan Daerah Provinsi Banten pada Mingggu (6/5). Terdapat puluhan anak dengan umur berkisar dari dua hingga delapan tahun berkunjung ke perpustakaan untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Mereka sengaja datang untuk sekedar membaca-baca buku cerita yang tersedia atau untuk menikmati fasilitas teknologi seperti komputer dan akses internet. Beberapa anak datang berkelompok untuk masuk ke Ruang Internet dan ada juga beberapa anak yang datang didampingi dengan orang tuanya.

“Saya setiap minggu bawa anak-anak kesini. Sekalian sama ibunya yang perlu referensi untuk kuliah, saya bawa anak-anak untuk bermain dan dapat tambahan ilmu juga,” jelas Doris, ayah dari dua orang anak yang sedang menemani anaknya bermain komputer saat diwawancarai pada Minggu (6/5).

Faktanya, beberapa orang tua saat ini menganggap bahwa teknologi memang sangat perlu dikenalkan kepada anak-anaknya di usia dini dan dalam pengawasan kedua orang tua yang ketat. Mereka juga menilai, tak hanya dampak positif yang diberikan oleh teknologi informasi tapi juga ada dampak negatifnya. Dikutip dari situs Kemendikbud berikut adalah dampak positif dari dikenalkannya komputer untuk anak usia dini:

1.   Stimulasi bagi perkembangan antara kordinasi mata dengan ketepatan gerak tangan.
2.   Menstimulasi bagi perkembangan motorik halus anak khususnya daya rangsang pada anak agar anak dapat melatih kemampuan berfikir untuk lebih kreatif.
3.   Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra.
4.   Mendorong anak untuk belajar selain metode verbalitas dalam kata-kata tertulis atau lisan belaka.
5.   Komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak.
6.   Anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.
7.   Anak dapat mempunyai bekal persiapan yang pasti memasuki gerbang perguruan tinggi.
8.   Komputer dapat juga digunakan untuk mempermudah menunjukan pengetahuan.

“Pada balita, mereka jadi kehilangan waktu untuk eksplorasi sekitarnya. Waktu untuk berinteraksi secara nyata dengan orang-orang di sekitarnya berkurang. Padahal, mereka butuh mengobservasi, mengamati dunia di sekelilingnya”, jelas Astrid, Psikolog klinis anak, dikutip dari Kompas.com.

Doris pun mengaku ia selalu ketat mengawasi anak-anaknya dalam belajar dan bermain. Ia memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk bermain komputer di akhir pekan, karena menurutnya tidak akan baik jika dikenalkan berlebihan dengan gawai di usia dini. (DWK/UFA/NEWSROOM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar